Jepara, suaragardanasional.com | Dalam rangka menuju kampus Islam cerdas digital dan kolaborasi untuk pembelajaran dan pengelolaan yang inovatif, Direktorat Jenderal Pendidikan IsIam dengan Fakultas Tarbiyah UIN Sunan Kudus Tahun 2025 yang dilaksanakan di ruang Serba Guna Astana Hinggil Somosari, Kecamatan Batealit, Kabupaten Jepara, Jumat, 14/11/2025.
Acara giat Sarasehan menuju IsIam cerdas digital, kolaborasi untuk pembelajaran dan pengelolaan yang inovatif dimulai pada pukul 10.00 Wib sampai selesai dihadiri langsung oleh Wakil Ketua komisi VIII DPR RI H Abdul Wachid, Muria Kudus Bidang Pengembangan Yudie Irawan S. Kom.M Kom, para mahasiswa Unisnu,mewakili desa Mindahan,Batealit, Pecangaan, Toga, Toma, media dan tamu undangan lainnya.
Sambutan Wakil Ketua komisi VIII DPR RI H Abdul Wachid dengan memanjatkan puji syukur kepada Allah S. W.T dan nikmat sehat kita bisa berkumpul pada pagi ini dan terimakasih kepada para tamu undangan yang sudah hadir pada acara sarasehan menuju kampus islam cerdas digital. Langsung saja saya sudah bertemu dengan banyak orang.
Sekitar 200 kali setiap pertemuan dan sudah 20.000 ribu orang di Jepara, Kudus dan Demak para guru dan pemilik yayasan dari mahasiswa Muria Kudus, Mahasiswa Muhammadiyah, Unisnu, DPR RI itu tidak beristirahat dirumah tapi selalu bertemu dengan masyarakat diajak ngobrol, makan, ngopi kalau di tanya tugas DPR RI itu tidak hanya di senayan tapi bertemu ngobrol dengan masyarakat untuk menyerap aspirasi, masing-masing komisi itu membidangi masing masing tugas khususnya komisi VIII DPR RI membidangi masalah keagamaan IsIam, umroh haji dan sosial juga harus bisa menjadi jembatan bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi dan ini saya sudah ketemu 200.000 ribu orang sampai siang nanti sehingga ongkos politik itu mahal sekali biayanya dan mampu mengawasi, membuat UUD dan membuat kebijakan anggaran.
Masih kata wakil Ketua komisi VIII DPR RI H Abdul Wachid adalah salah satu pendiri partai Gerindra ( di senayan itu ada 8 partai makanya saya kasih absensi juga tapi tidak mengikuti sidang) ini yang menjadi akibat pemilihan secara langsung yang tidak punya kemampuan dan kapasitas, ini delimanya demokrasi coba yang tidak punya uang dipilih tidak?? Ini menjadi pr di politik dan yang punya uang selalu ditegur partai lha saya caleg pakai uang saya kok itu,SDM masih kita memprihatinkan, ini harus iman yang kuat emon tidak kuat Inilah akhirnya transaksional semua tegas"Abdul Wachid.
Selanjutnya sambutan dari Universitas Muria Kudus Yudie Irawan S Kom M Kom Pendidikan di pesantren dan normal belum seimbang terkait teknologi harus mengikuti perkembangan teknologi atau digital dan kita juga harus bisa berkembang dan update dan harapan para guru madrasah, juga mahasiswa Unisnu dan bertanggungjawab tidak nya Pendidikan islam itu maju dan berkembang semua ada pengaruh baik dan tidak baik, tapi sekarang para cendekiawan sudah bisa menerima kemajuan zaman dan semua itu ada masanya, contohnya AI , teknologi itu seperti pisau bermata dua ( bisa baik bisa tidak baik) tergantung yang menggunakan nya. Imbuhnya " Yudie.
Semoga negara yang penuh potensial ini bisa makmur karena semua ada tapi kenyataan nya mata uang kita kok nilainya kecil dibanding negara lain,sebaiknya kita harus melek akan pengetahuan dan berkesadaran, bangun bangkit untuk membangun kembali negara Indonesia.
(Hani K)


