KUDUS, suaragardanasional.com | Semangat gotong royong terpancar kuat di tengah rintik hujan yang mengguyur Desa Singocandi, Kecamatan Kota Kudus, pada Minggu pagi (18/1/2026). Puluhan personel gabungan dari TNI, Polri, pemerintah desa, hingga warga setempat terjun langsung melakukan aksi sosial pembuatan tanggul darurat di wilayah RT 07/08 RW 03, Dukuh Sumur Kotak.
Respons Cepat Dampak Cuaca Ekstrem
Aksi ini merupakan tindak lanjut atas jebolnya pagar talud di kawasan perumahan tersebut pada Jumat malam, 9 Januari lalu. Akibat curah hujan ekstrem dan luapan Sungai Gelis, talud sepanjang perumahan roboh dan menyebabkan sedikitnya enam rumah warga terendam banjir hingga ketinggian satu meter.
"Kami tidak ingin warga terus dihantui rasa waswas. Tanggul darurat ini adalah langkah preventif agar jika debit Sungai Gelis kembali naik, air tidak langsung masuk ke pemukiman," ujar Kapolsek Kudus Kota AKP Subkhan, S.H., M.H, di lokasi kegiatan.
Gotong Royong Lintas Sektoral
Sejak pukul 07.30 WIB, suasana di lokasi sudah tampak sibuk. Kapolsek Kudus Kota, AKP Subkhan, SH. MH, memimpin langsung 15 anggotanya bersama 5 personel Koramil 01 Kota. Kehadiran Camat Kota dan jajaran perangkat desa menambah motivasi warga yang hadir.
Bahan-bahan material yang disiapkan meliputi 500 buah kantong sak (sandbag), 2 ret tanah wadas sebagai pengisi, 20 batang bambu sebagai penguat struktur talud.
Meski hujan gerimis terus mengguyur hingga pukul 11.30 WIB, hal tersebut tidak menyurutkan semangat para petugas dan warga. Mereka bahu-membahu mengisi sak dengan tanah wadas, mengangkutnya, dan menatanya sedemikian rupa menjadi benteng pertahanan sementara terhadap luapan air sungai.
Harapan Baru Bagi Warga
Kapolsek Kudus Kota, AKP Subkhan, menegaskan bahwa kehadiran aparat di tengah masyarakat adalah bentuk nyata pelayanan dan perlindungan.
"Keamanan dan kenyamanan warga adalah prioritas. Melalui kerja bakti ini, kita bangun kembali rasa aman bagi warga Singocandi yang terdampak," tegasnya.
Kegiatan berakhir menjelang siang hari dalam keadaan aman dan lancar. Kini, tanggul darurat telah berdiri kokoh dan diharapkan mampu menjadi penghalau sementara limpasan air Sungai Gelis, sembari menunggu perbaikan permanen dari instansi terkait.(Hery)



