Kabupaten Semarang, suaragardanasional.com | Suasana Merti Dusun di wilayah Baran Gunung Ambarawa berlangsung meriah dan penuh antusiasme. Tradisi adat yang digelar sebagai bentuk ungkapan rasa syukur atas hasil bumi sekaligus upaya melestarikan budaya leluhur. Tradisi ini menjadi momen sangat istimewa karena hanya di laksanakan setahun sekali. (14/01/26).
Rangkaian kegiatan di awali dengan dengan slametan dan doa bersama yang di ikuti oleh warga lintas usia. dengan suasana akrab dan penuh khidmat masarakat duduk bersama di atas tikar panjang dan menikmati hidangan dengan alas daun pisang yang melambangkan persahabatan dan kebersamaan.
usai makan bersama acara dilanjutkan dengan ruwat dusun yaitu ritual adat untuk membersihkan kampung dari pengaruh buruk dan marabahaya.
Dalam rangkaian acara, warga juga menampilkan arak-arakan ogoh-ogoh yang menjadi daya tarik utama. Patung ogoh-ogoh hasil karya pemuda dusun Baran Gunung RT 04 RW 07 tersebut diarak keliling kampung, diiringi tabuhan musik tradisional yang menambah semarak suasana. Ogoh-ogoh melambangkan pembersihan diri dari unsur negatif serta harapan akan kehidupan yang lebih baik ke depan.
Tak hanya itu, kemeriahan semakin terasa dengan hadirnya sound horeg yang mengiringi jalannya pawai. Dentuman musik modern berpadu dengan nuansa tradisi, menciptakan hiburan tersendiri bagi warga dan pengunjung yang memadati sepanjang rute arak-arakan.
Serta pagelaran wayang kulit yang di sambut antusias oleh warga desa. Anak anak juga ikut memeriahkan acara dengan menampilkan tarian Jathilan atau kuda lumping serta kesenian tradisional lainya.
Tokoh masyarakat setempat menyampaikan bahwa Merti Dusun bukan sekadar hiburan, tetapi juga sarana mempererat silaturahmi, melestarikan budaya, serta menumbuhkan rasa kebersamaan antarwarga. Acara ini juga menjadi wadah kreativitas generasi muda dalam menjaga dan mengembangkan tradisi lokal.(Agung)


