AMBARAWA, suaragardanasional.com | Seni tradisi di Fort Willem (Benteng Pendem) Ambarawa tidak lagi sekadar tontonan, melainkan sebuah "laku" keseimbangan hidup. Melalui Kursus Karawitan Nayanika, benteng bersejarah ini bertransformasi menjadi pusat energi kreatif yang menyatukan lintas generasi, mulai dari anak usia 8 tahun hingga dewasa berumur 60 tahun.
Pusat kegiatan ini berlokasi di sebuah sudut benteng yang diberi nama Grha Mandala Cipta. Di bawah koordinasi Awig Sujadmiko, tempat ini bukan sekadar ruang latihan, melainkan sebuah laboratorium peradaban di mana tubuh dilatih, rasa diasuh, dan cipta dimuliakan.
Lebih dari Sekadar Kursus Musik
Nama "Grha Mandala Cipta" sendiri memiliki kedalaman filosofi Sanskerta yang menjadi ruh dari kursus ini:
Grha: Rumah sekaligus pernaungan bagi jiwa.
Mandala: Lingkaran kosmis yang melambangkan keharmonisan antara manusia, alam, dan Tuhan.
Cipta: Daya kreasi batin yang menjadi sumber lahirnya peradaban.
Filosofi ini diwujudkan dalam pengajaran yang profesional. Nayanika menghadirkan pengajar berkompeten lulusan S1 Pendidikan Bahasa Jawa UNY serta alumni SMKI jurusan Karawitan Surakarta. Hal ini menjamin teknik menabuh gamelan yang diajarkan tetap berpijak pada pakem tradisi namun tetap relevan bagi generasi muda.
Jadwal dan Antusiasme Lintas Generasi
Meski rata-rata didominasi oleh pelajar tingkat SMP dan SMA, Kursus Karawitan Nayanika menjadi bukti bahwa musik tradisi bersifat inklusif. Kehadiran peserta lanjut usia hingga 60 tahun menunjukkan bahwa hasrat untuk belajar menjadi "manusia seimbang" tidak mengenal batasan usia.
Latihan rutin digelar setiap Senin dan Rabu yang terbagi dalam dua sesi intensif:
Sesi I: Pukul 16.00 – 18.00 WIB
Sesi II: Pukul 18.30 – 20.30 WIB
Di Grha Mandala Cipta, seni tidak hanya dipentaskan untuk apresiasi orang lain, tetapi dihidupi sebagai bagian dari napas sehari-hari para pesertanya. Tempat ini menjadi pengingat bahwa di balik megahnya dinding Benteng Ambarawa, denyut budaya Jawa masih terus berdetak melalui tangan-tangan kreatif lintas zaman.(BP)


