KUDUS, suaragardanasional.com | Menjelang bulan suci Ramadhan, Polsek Kudus Kota menggelar kegiatan unik bertajuk "Ngopi Kamtibmas" di Aula Wira Kresna Pratama, Selasa malam (17/02/2026). Acara ini bukan sekadar silaturahmi biasa, melainkan forum Evaluasi (Anev) Gangguan Kamtibmas periode tahun 2025 sekaligus pemetaan kerawanan wilayah tahun 2026.
Kapolsek Kudus Kota, AKP Subkhan, S.H., M.H., selaku inisiator kegiatan, memimpin langsung jalannya diskusi yang dihadiri oleh sekitar 45 tokoh penting, mulai dari Plt. Camat Kota Kudus, Danramil 01 Kota, Kepala UPTD Puskesmas Se-Kec. Kota, Tokoh Agama, Tokoh Pemuda hingga pimpinan Ormas seperti NU, Muhamadiyah, Grib Jaya, BSN, Lindu Aji, dan KPMP.
Waspada Fenomena "Malam Panjang" Ramadhan
Dalam sambutannya, Plt. Camat Kota Kudus, Aris Eko Purnomo, menyoroti perubahan pola aktivitas masyarakat saat Ramadhan yang cenderung aktif hingga dini hari. Ia mewaspadai adanya potensi balap liar dan tawuran.
"Saya minta Kades dan Lurah gerakkan Linmas, Babinsa, dan Bhabinkamtibmas. Pastikan titik kumpul warga terpantau agar ibadah tetap khusyuk. Hindari razia sepihak oleh kelompok masyarakat, serahkan pada Polri dan Satpol PP," tegas Aris.
Senada dengan Camat, Danramil 01 Kota Kudus, Kapten CBA Hendro Wharman, menekankan pentingnya pencegahan dini. Di sela-sela pembahasan keamanan, Danramil juga memohon doa untuk kesembuhan anggotanya, Babinsa Wergu Kulon yang sedang sakit, serta mengajak para Kades berkolaborasi dalam program ketahanan pangan.
Tantangan Era "Digital Native" dan Keamanan Lingkungan
Dalam paparan Anev-nya, Kapolsek Kudus Kota AKP Subkhan membedah data kriminalitas sepanjang tahun 2025 secara transparan. Ia menyebut bahwa karakter masyarakat saat ini dipengaruhi tren Digital Native, yang berdampak pada pergeseran pola gangguan keamanan.
Beberapa poin krusial yang ditekankan Kapolsek untuk persiapan Ramadhan dan Idul Fitri antara lain:
• Pengawasan Anak: Orang tua diminta ketat mengawasi anak agar tidak terlibat perang air, perang sarung, hingga balap liar.
• Keamanan Rumah: Memastikan kompor, listrik, dan pintu terkunci rapat sebelum berangkat Shalat Tarawih.
• Tradisi Membangunkan Sahur: Dilakukan secara wajar tanpa mengganggu ketertiban umum.
• Teknologi Keamanan: Menyarankan pemasangan CCTV beresolusi tinggi di lingkungan pemukiman untuk membantu kepolisian dalam pengungkapan kasus.
Sinergi Tanpa Sekat
Acara yang berlangsung hingga pukul 23.00 WIB ini berlangsung dinamis dengan sesi tanya jawab. Perwakilan dari Pengurus Yayasan Masjid Menara Kudus (YM3SK) dan Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Kota turut memberikan saran konstruktif demi terciptanya toleransi dan kenyamanan beribadah di jantung Kota Kretek.
Kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama sebagai simbol soliditas Forkopincam, tokoh agama, dan Ormas dalam menjaga kondusivitas wilayah hukum Polsek Kudus Kota.


