JEPARA, suaragardanasional.com | Bupati Jepara Witiarso Utomo berkunjung ke Stand CV Kreasian Antique furniture yang berada di Hall 10 dengan rombongan Kepala Disperiperindag Ajar serta ketua HIMKI Jepara Raya Hidayat Hendra Sasmita beserta jajarannya, juga ke stand Paviliun Hall 7 No. 3 pada ajang Indonesia International Furniture Expo (IFEX) 2026 yang digelar pada 5–8 Maret 2026 di ICE BSD, Tangerang, Banten, Jakarta, Sabtu (07/03/2026),
Owner CV Kreasian Antique Furniture yang beralamat Di Jl Mlonggo Bondo KM 1 RT 05 RW 02 desa Srobyong, Kecamatan Mlonggo,Kabupaten Jepara Suyuti,manager Ana, menyambut langsung kedatangan Bupati Jepara Witiarso Utomo beserta rombongan Disperiperindag,HIMKI Jepara Raya dengan baik penuh kehangatan dan kekeluargaan.
Kunjungan Bupati Jepara ini merupakan bentuk dukungan langsung kepada para pengusaha mebel dan kerajinan Jepara yang mengikuti pameran Indonesia Internasional Furniture Expo 2026.
Selama menjabat sebagai Bupati Jepara, Mas Wiwit telah beberapa kali melakukan kegiatan bersama HIMKI Jepara Raya dalam berbagai program yang bertujuan memajukan industri mebel sekaligus melestarikan seni ukir khas Jepara.
Dalam kesempatan tersebut, Witiarso Utomo berharap para pengusaha mebel Jepara terus berinovasi dan berkreasifitas untuk menghasilkan produk yang berkualitas serta memiliki daya saing tinggi di pasar ekspor. Pemerintah daerah, lanjutnya, siap membantu memfasilitasi berbagai kegiatan yang dilaksanakan oleh HIMKI Jepara Raya yang berorientasi pada kemajuan dunia usaha mebel agar industri mebel Jepara kembali berjaya.
Sementara itu, CV Kreasian Antique Furniture menempati di Hall 10 dengan ukuran 5x10 m itu juga dominan furniture dari kayu jati menyampaikan terimakasih bisa ikut pameran IFEX di ICE BSD Tangerang yang diselenggarakan oleh panitia dan berharap semoga dengan mengikuti pameran IFEX 2026 mendapat buyer baru juga bisa memperkenalkan produk baru ke buyer, CV Kreasian Antique Furniture terus terang Mandiri dalam mengikuti pameran IFEX.
Adapun 20 Industri Kecil Menengah (IKM) mebel yang mengikuti pameran tersebut dipilih melalui proses kurasi yang ketat. Proses seleksi mencakup berbagai aspek, mulai dari legalitas usaha, keberadaan gudang produksi, hingga kualitas hasil produksi yang dinilai telah memenuhi standar ekspor dan standar internasional yang mendapatkan fasilitas dari Pemerintah Daerah Kabupaten Jepara.
(Hani K)


