Salatiga, suaragardanasional.com | Personel dari Polsek Sidomukti Polres Salatiga berhasil meredam keributan yang melibatkan pelajar dari dua smSekolah Menengah Kejuruan (SMK) di wilayah Salatiga pada Selasa siang. (10/03/2026).
Kejadian bermula ketika Piket SPKT Polsek Sidomukti menerima laporan masyarakat sekitar pukul 12.15 WIB terkait adanya perkelahian pelajar di Simpang Empat Grogol, Jalan Nakulo Sadewo, Dukuh, Sidomukti, Kota Salatiga.
Menindaklanjuti laporan tersebut, piket jaga Polsek Sidomukti yang dipimpin Panit III Unit Reskrim IPTU Meisal Prariadena, S.E., M.H. segera mendatangi lokasi kejadian, setibanya di tempat kejadian perkara (TKP), petugas mendapati tiga pelajar dari salah satu SMK Swasta di Kota Salatiga telah diamankan oleh warga setempat.
Selanjutnya Ketiga siswa tersebut kemudian dibawa ke Polsek Sidomukti untuk dilakukan penanganan lebih lanjut.
Berdasarkan keterangan yang berhasil dihimpun, peristiwa tersebut berawal sekitar pukul 11.30 WIB di Simpang emEmpat Kecandran Jalur Lingkar Selatan (JLS) Salatiga. Saat itu dua pelajar dari salah satu SMK Negeri Salatiga berboncengan menggunakan sepeda motor melaju dari arah Semarang menuju Solo dan berpapasan dengan rombongan sekitar sepuluh pelajar dari SMK Swasta tersebut dengan menggunakan lima sepeda motor.
Kemudian lima sepeda motor yang tersebut balik arah dan mengejar pengendara sepeda motor dan meminta mereka berhenti sambil menanyakan asal sekolah. Setelah mengetahui bahwa keduanya merupakan siswa dari salah satu SMK Negeri tersebut, rombongan sempat meninggalkan lokasi. Namun tidak lama kemudian mereka kembali melakukan pengejaran.
Merasa terancam, pengendara sepeda motor berhenti di sekitar wilayah Sumur Wali JLS Salatiga dan meminta bantuan kepada warga setempat. Dengan bantuan seorang warga yang merupakan tukang tambal ban di lokasi tersebut bersama warga sekitar, rombongan pelajar yang diduga melakukan pengejaran berhasil diamankan di Simpang Empat Grogol dan diserahkan kepada pihak kepolisian yang juga sudah datang di lokasi
Atas kejadian tersebut, Polsek Sidomukti kemudian berkoordinasi dengan pihak sekolah serta orang tua atau wali dari para pelajar yang terlibat kemudian dilakukan mediasi dan memibuat surat pernyataan yang menyatakan bahwa kedua belah pihak sepakat menyelesaikan permasalahan secara kekeluargaan, saling memaafkan, serta berjanji tidak mengulangi perbuatan serupa.
Kesepakatan tersebut ditandatangani oleh para pihak dengan disaksikan oleh perwakilan dari kedua sekolah, serta orang tua atau wali para pelajar.
Kapolsek Sidomukti Kompol Sunoto, S.H., menyampaikan apresiasinya kepada masyarakat yang membantu pihak kepolisian dengan mencegah terjadinya tawuran antar pelajar dan tidak main hakim sendiri serta menyerahkan penanganannya kepada pihak kepolisian.
"Terimakasih dan apresiasi kepada warga yang membantu pihak kepolisian, kita mengimbau para pelajar untuk tidak terlibat dalam aksi yang dapat merugikan diri sendiri maupun orang lain serta mengajak pihak sekolah dan orang tua untuk bersama-sama meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas para pelajar di luar lingkungan sekolah", tutup Kompol Sunoto, S.H.
(Agus)


