Jepara Ngebut! Wabup Ibnu Hajar Bongkar Rahasia UMKM Naik Kelas

 

Pemerintah Kabupaten Jepara melalui Dinas Koperasi, UKM, Tenaga Kerja dan Transmigrasi kembali menunjukkan komitmen serius dalam memperkuat fondasi ekonomi kerakyatan.

Jepara, suaragardanasional.com | Pemerintah Kabupaten Jepara melalui Dinas Koperasi, UKM, Tenaga Kerja dan Transmigrasi kembali menunjukkan komitmen serius dalam memperkuat fondasi ekonomi kerakyatan. Sebuah langkah strategis digulirkan melalui kegiatan Sosialisasi Perpajakan, Ketenagakerjaan, Literasi Keuangan, dan Akses Permodalan bagi UMKM/IKM, yang akan digelar pada Senin, 27 April 2026 pukul 12.30 WIB di Pendopo R. A Kartini Jepara yang ke II setelah para pelaku Mebel. 


Kegiatan ini menyasar langsung para pelaku UMKM dan IKM, khususnya sektor unggulan seperti Tenun Troso, yang selama ini menjadi tulang punggung ekonomi lokal. Program ini bukan sekadar sosialisasi formal, tetapi menjadi gerakan edukasi dan penguatan kapasitas usaha di tengah tantangan ekonomi yang semakin kompleks, ini menjadi panggung penting bagi penguatan pelaku usaha, dengan menghadirkan kolaborasi lintas sektor mulai dari perpajakan, perbankan, BPJS Ketenagakerjaan, hingga Otoritas Jasa Keuangan (OJK).


Wakil Bupati Jepara, Muhammad Ibnu Hajar, S.M., dalam sambutannya menegaskan arah besar pembangunan ekonomi daerah yang berfokus pada UMKM sebagai tulang punggung utama.


“Visi kami jelas—ekonomi Jepara harus mulus. Dan kuncinya ada para pelaku UKM di UMKM yang naik kelas. Ini sektor yang paling kami soroti,” tegasnya.



Tak sekadar wacana, data berbicara tegas. Rasio wirausaha di Jepara melonjak drastis dari 3,19% menjadi 5,92%, sebuah lonjakan signifikan yang menandakan geliat ekonomi masyarakat berada dalam tren positif dan menjanjikan.


Lebih jauh, pada tahun 2025, Pemkab Jepara telah menjalankan:


Program inkubasi untuk 180 UMKM, guna mendorong transformasi usaha secara nyata


Pelatihan peningkatan kompetensi bagi 452 pelaku usaha, sebagai bekal menghadapi persaingan global

Wakil Bupati Jepara, Muhammad Ibnu Hajar, S.M., Visi kami jelas—ekonomi Jepara harus mulus. Dan kuncinya ada di UMKM yang naik kelas. Ini sektor yang paling kami soroti.

“Setiap kegiatan ekonomi di Jepara kami instruksikan melibatkan UMKM, dari tingkat desa hingga kabupaten. Ini gerakan bersama,” tambah Ibnu Hajar.



Bedah Program: Dari Pajak hingga Permodalan


Kegiatan ini tidak berhenti pada seremoni, tetapi menyentuh langsung persoalan mendasar pelaku usaha:


1. Perpajakan (KPP Pratama)

Memberikan pemahaman konkret tentang:


Kategori usaha yang wajib pajak


Prosedur pelaporan yang benar


Edukasi agar pelaku UMKM tidak takut, tetapi paham dan patuh



2. Perlindungan Tenaga Kerja (BPJS Ketenagakerjaan)

Kabar baik bagi pelaku UMKM:


Diskon iuran 50% (April–Desember 2026)


Cukup bayar sekitar Rp8.400/bulan untuk JKK & JKM


Manfaat besar: perawatan tanpa batas, santunan hingga puluhan juta rupiah



3. Literasi Keuangan (OJK)

Penekanan pada kewaspadaan terhadap:


Pinjaman online ilegal (pinjol ilegal)


Investasi bodong


Judi online

Serta edukasi pengelolaan keuangan yang sehat dan aman



4. Akses Permodalan (Bank Mandiri – KUR)

Membuka jalan bagi UMKM untuk:


Mendapatkan pembiayaan usaha


Memahami skema kredit


Mengembangkan usaha lebih produktif dan berkelanjutan



Zamroni: UMKM Harus Tangkap Peluang, Bukan Menunggu Bantuan bisa mandiri


Kepala Dinas Koperasi, UKM, Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Jepara, Zamroni Lestiaza, AP., M.Si., menegaskan bahwa pemerintah sudah membuka banyak pintu—tinggal bagaimana pelaku UMKM memanfaatkannya.


“Kami siap membantu, tapi tidak selalu dalam bentuk modal. Peluang sudah kami buka—pelatihan, inkubasi, digital marketing, hingga akses pasar. Tinggal bagaimana UMKM bergerak dan berkembang,” jelasnya.


Ia juga mengungkapkan bahwa program ini akan dilaksanakan setiap bulan dengan target sekitar 250 peserta per sesi, menyasar berbagai sektor secara bergiliran, mulai dari mebel, tenun,gerabah hingga batik.



Menuju UMKM Naik Kelas: Bukan Sekadar Produksi, Tapi Transformasi 


Program ini menekankan bahwa “naik kelas” bukan hanya soal produksi, tetapi mencakup:


Manajemen keuangan yang tertata baik


Kemasan produk yang kompetitif dan menarik


Digital marketing untuk perluasan pasar


Inovasi produk sesuai tren pasar dan peningkatan kualitas



Dengan pendekatan ini, UMKM Jepara didorong untuk tidak lagi sekadar menjual, tetapi membangun brand dan daya saing global dengan pengaruh era zaman semakin digitalisasi. 





Masih ada tantangan di lapangan, terutama persepsi pelaku usaha terhadap pajak yang sering dianggap menakutkan dan dikenai denda 


Namun melalui sosialisasi ini, pemerintah menegaskan: 


Tidak semua pelaku UMKM langsung kena pajak.

Ada batasan dan aturan yang jelas.

Edukasi menjadi kunci, bukan penindakan serta diperlukan edukasi dan sosialisasi 



Kesimpulan: Kita Berharap Perekonomian Jepara Bergerak, UMKM Didorong Naik Level


Langkah strategis ini menjadi bukti bahwa Jepara tidak hanya berbicara soal ekonomi, tetapi benar-benar bekerja membangun sistem yang kuat, inklusif, dan berkelanjutan.


Dengan sinergi pemerintah, perbankan, dan lembaga negara, satu pesan kuat digaungkan:


UMKM Naik Kelas, Semua Jalan Dibuka Lebar Seluas-luasnya



(Hani K)

Tags

#buttons=(Accept !) #days=(20)

Our website uses cookies to enhance your experience. Learn More
Accept !
To Top