Lempuing Jaya (OKI), suaragardanasional.com | Alat berat dalam kegiatan pertanian difungsikan untuk membantu mempermudah pekerjaan para petani khususnya saat sedang mempersiapkan lahan dan panen.
Namun pemandangan yang sangat miris terjadi di desa Rantau Durian 1 kecamatan lempuing jaya kabupaten oagn komering ilir. Dimana diduga alat berat milik dinas Ketahanan Pangan Tanaman Pangan dan Hortikultura (KPTPH) kabupaten OKI dibiarkan rusak selama bertahun-tahun dilahan warga.
Mendapat laporan akan kejadian ini, kemudian awak media mendatangi lokasi pada selasa (14/4/2026) sekira pukul 10.30 WIB.
Ternyata memang benar, sebuah alat berat berupa excavator dengan merk Pindad ada dilapangan.
Kemudian awak media mendatangi pemilik lahan kebun karet yang bernama Dodi Suwendi (48).
Kepada awak media Dodi mengatakan “Excavator tersebut sudah lama rusak, sudah 5 tahun lebih dibiarkan di kebun kami” ujarnya.
“Bahkan dampak limbah dari excavator tersebut menyebabkan pohon karet kami mati sekitar 30 batang lebih” terang dodi.
“Laporkan secara lisan sudah beberapa kali kami sampaikan kepada pihak dinas pertanian oki, namun sampai sekarang belum ada tanggapan, excavator tersebut masih ada” terang Dodi.
“Kami berharap agar supaya excavator tersebut bisa segera dipindahkan dari lahan kebun kami, agar supaya kebun kami digarap kembali” tutup Dodi.
Upaya konfirmasi awak media terhadap mantan kepala dinas Ketahanan Pangan Tanaman Pangan dan Hortikultura (KPTPH) kabupaten OKI Ir. Sahrul, M.Si yang kini menjabat kepala dinas perdagangan (Disdag) kabupaten OKI melalui pesan singkat WhatsApp beliau.
Dalam percakapan tersebut beliau mengatakan bahwa “Itu terjadi masa Kadin Pak Syarifudin (Alm), excavator tersebut rusak berat sudah 3 kali diperbaiki oleh Upja lempuing jaya namun tetap tidak berhasil” ujar sahrul.
“Yang meminjam alat berat tersebut bahkan sudah meninggal dunia” lanjut sahrul.
“Untuk mindahkan excavator ini, harus hidup dulu mesinnya, menurut info kelompok sudah banyak menghabiskan habis uang untuk memperbaiki excavator tersebut namun masih belum berhasil, karena pindad ini sparepartnya berbeda dengan merk lain, sementara pindad ini idak produksi lagi” terang sahrul.
“ini tetep menjadi perhatian Dinas Pertanian untuk dipindahkan ke Unit Jasa Alsintan Lempuing Jaya” tutup sahrul. (Dye)


