Lawan Ancaman 'Elnino Godzilla', Polsek Kudus Rangkul Petani Jagung Perkuat Ketahanan Pangan

 

KUDUS, suaragardanasional.com | Di tengah ancaman perubahan iklim ekstrem yang kerap dijuluki fenomena "Elnino Godzilla", Polsek Kudus mengambil langkah proaktif. Bertempat di Aula Wira Kresna Pratama, Jumat (08/05/2026), Polsek Kudus menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) khusus bersama Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) dari enam desa/kelurahan di wilayah Kota Kudus.


​Kegiatan ini bukan sekadar pertemuan biasa. Di bawah komando Kapolsek Kudus, AKP Subkhan, S.H., M.H., kepolisian bersinergi dengan Dinas Pertanian untuk memetakan mitigasi masalah pangan yang mungkin timbul akibat kemarau panjang.


​Sinergi di Tengah Keterbatasan Lahan


​Kapolsek Kudus menegaskan bahwa ketahanan pangan adalah bagian dari pertahanan negara. Dalam sambutannya, AKP Subkhan menyampaikan bahwa koordinasi ini akan dijadwalkan secara rutin setiap bulan sebagai sarana evaluasi.


​"Kami ingin mendengar langsung kendala di lapangan. Polsek, Dinas Pertanian, dan PPL hadir di sini untuk memastikan petani tidak berjalan sendirian dalam mengejar target swasembada jagung," ujar AKP Subkhan.

​Meski wilayah Kota Kudus memiliki keterbatasan lahan, potensi jagung kering (pipil) di enam wilayah—Mlati Kidul, Singocandi, Kaliputu, Burikan, Wergu Kulon, dan Rendeng—terus dipacu. Koordinator BPP Dinas Pertanian, Ibu Dwi Listiani, menambahkan bahwa pihaknya bersama Polsek Kudus tengah melirik lahan-lahan kosong, termasuk di area belakang Mall ADA, untuk dioptimalkan menjadi lahan jagung produktif.


​Aksi Nyata: Bantuan Pupuk hingga Solusi Pengairan


​Tidak hanya sekadar berdiskusi, Polsek Kudus memberikan bantuan nyata berupa Pupuk NPK Phonska kepada para perwakilan gapoktan untuk membantu masa tanam bulan Mei.


​Dalam sesi tanya jawab yang berlangsung hangat, para petani menyampaikan berbagai tantangan teknis:


• ​Masalah Irigasi: Petani dari Wergu Kulon dan Mlati Kidul mengeluhkan sulitnya akses air.


• ​Permintaan Sarana: Petani Singocandi mengusulkan bantuan sumur sibel, sementara PPL mengupayakan bantuan kultivator dan traktor untuk pengolahan tanah.


• ​Kualitas Benih: Petani mengharapkan bantuan benih unggul seperti jenis Biji 18 untuk menjamin hasil panen yang maksimal.


​Digitalisasi Komunikasi Petani


​Sebagai solusi jangka pendek yang inovatif, Rakor tersebut menyepakati mengaktifkan Grup WhatsApp Khusus. Grup yang selama ini sudah ada dan beranggotakan para petani jagung, petugas PPL, dan personel Polsek Kudus akan diaktifkan guna mempercepat arus informasi dan pelaporan kendala secara real-time.


​"Semua aspirasi petani kami catat dan akan dilaporkan secara tertulis kepada pihak-pihak terkait untuk ditindaklanjuti. Kita pastikan bantuan yang ada akan disampai ke tangan yang tepat seperti yang sudah berjalan," pungkas Kapolsek.


​Dengan sinergi yang kuat antara aparat dan petani, diharapkan wilayah Kota Kudus mampu tetap tangguh dan mandiri pangan meskipun dihantam cuaca ekstrem.


(heri)

Tags

#buttons=(Accept !) #days=(20)

Our website uses cookies to enhance your experience. Learn More
Accept !
To Top