Study tour atau Jalan-Jalan? Kegiatan 15 Kades Lempuing Jaya Tuai Sorotan

 

OGAN KOMERING ILIR, suaragardanasional.com  | Kegiatan Study tour yang dilakukan 15 kepala desa se-Kecamatan Lempuing Jaya, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), menuai sorotan tajam dari berbagai pihak. Kegiatan tersebut dilakukan di tengah kondisi defisit anggaran desa dan menjadi perbincangan masyarakat karena dinilai kurang tepat dilaksanakan saat ekonomi warga masih sulit.


Berdasarkan informasi yang dihimpun, rombongan kepala desa dan perangkat desa melakukan studi tiru ke wilayah Jalan Raya Purwasaba, Kecamatan Mandiraja, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah.


Kritik keras datang dari Ketua Umum LSM Persatuan Masyarakat Anti Korupsi (PERMAK), Hernis. Ia menilai kegiatan tersebut tidak mencerminkan kepekaan terhadap kondisi keuangan desa yang saat ini sedang mengalami tekanan anggaran.


“Di saat banyak desa mengeluhkan keterbatasan anggaran dan efisiensi belanja, kegiatan studi tiru ini justru terkesan tidak tepat sasaran. Masyarakat tentu bertanya-tanya apa urgensinya dilakukan sekarang,” ujar Hernis kepada wartawan, Jumat (15/5/2026).


Menurutnya, penggunaan anggaran desa seharusnya lebih diprioritaskan untuk kepentingan masyarakat, seperti pembangunan infrastruktur, pelayanan publik, hingga bantuan sosial bagi warga kurang mampu.


Sorotan juga datang dari masyarakat Kecamatan Lempuing Jaya. Sejumlah warga mengaku kecewa karena di tengah kondisi ekonomi yang sulit, pemerintah desa justru melakukan kegiatan study tour ke luar daerah.


“Sekarang anggaran BLT saja banyak yang dipotong dan dikurangi. Harusnya pemerintah desa lebih memikirkan kesejahteraan masyarakat dibanding melakukan perjalanan studi tiru,” ujar salah seorang warga.


Warga lainnya berharap Kecamatan Lempuing Jaya dapat menjadi daerah percontohan bagi wilayah lain, bukan sebaliknya.


“Jadikanlah kecamatan kita yang ditiru orang, bukan kita yang terus meniru orang lain. Anggaran study tour itu pasti menghabiskan dana yang tidak sedikit. Lebih baik dimanfaatkan untuk membantu kesejahteraan masyarakat daripada dipakai jalan-jalan,” ungkap warga lainnya.


Menurut masyarakat, dana yang digunakan untuk kegiatan tersebut dinilai lebih bermanfaat apabila dialokasikan untuk pemberdayaan ekonomi masyarakat, peningkatan fasilitas umum, maupun tambahan bantuan sosial bagi warga yang membutuhkan.


Sementara itu, LSM PERMAK meminta pemerintah desa dan pihak kecamatan terbuka terkait sumber anggaran, total biaya, serta tujuan kegiatan studi tiru tersebut agar tidak menimbulkan polemik berkepanjangan di tengah masyarakat.


Hingga berita ini diturunkan, belum ada penjelasan resmi dari pihak Kecamatan Lempuing Jaya maupun perwakilan kepala desa terkait rincian kegiatan dan total anggaran yang digunakan dalam study tour tersebut.(DA)

#buttons=(Accept !) #days=(20)

Our website uses cookies to enhance your experience. Learn More
Accept !
To Top