Semarang, suaragardanasional.com | Bupati Semarang H Ngesti Nugraha menegaskan pertanian semi organik terbukti menguntungkan petani. Dia menyebut hasil panen semi organik bisa mencapai 9,2 ton per hektar dalam bentuk gabah kering panen atau lebih baik dibandingkan pertanian non organik sekitar 6,2 ton per hektar. "Pertanian organik harus terus dikembangkan dan disosialisasikan.Jika setahun bisa panen dua kali tentu pendapatan petani akan lebih meningkat," katanya usai acara tanam padi semi organik di lahan "Demonstrasi Area" Gapoktan "Sido Mulyo" di Desa Kemetul, Susukan, Selasa (28/7/2026) pagi.
Ikut serta mendampingi Bupati menanam padi simbolis, Sekda Valeanto Sukendro, Kepala Dinas Pertanian Moh Edy Sukarno, Kepala Pelaksana BPBD Alexander Gunawan Tribiantoro, Kepala Bakesbangpol Suyana dan undangan lainnya serta petani setempat.
Bupati menambahkan pengembangan pertanian modern yang didukung alat mesin pertanian (alsintan) akan terus dikebut. Dia mencontohkan penggunaan alat tanam padi atau transplanter mampu menghemat biaya operasional hingga Rp1,1 juta per hektar.
Selain itu alat pemanen (combine) mini serta drone untuk pemupukan juga sangat efektif. Saat ini sudah disiapkan Combine di sebelas kecamatan untuk mempercepat proses pemanenan.Penggunaan alsintan itu diharapkan menjadi solusi semakin menurunnya minat generasi muda menjadi petani. "Tahun ini ada pelatihan untuk 240 petani muda," ujarnya.
Ketua Gapoktan "Sido Mulyo" Marjuki melaporkan ada 20 petani yang bergabung dan memanfaatkan "Dem Area" untuk bercocok tanam padi non organik. Luas tanam mencapai sepuluh hektar. "Kami sudah memulai sejak dua tahun lalu. Kali ini tanam tahun ketiga. Hasil panen per hektar per tahun meningkat," katanya.
Pada tahun pertama mulai pertanian semi organik, diperoleh hasil 5 ton per hektar. Setahun kemudian meningkat 6 ton per hektar. Selain itu harga beras setelah proses selep juga membaik. Dari sebelumnya Rp600 ribu per kuintal menjadi Rp700 ribu.
Kepala Desa Kemetul Agus Sudibyo menambahkan gerakan pertanian semi organik dimaksudkan untuuntuk menyediakan beras yang lebih sehat bagi masyarakat.(Agus/Junaedi)


