M. F Majid Manajer Dari KSP Gapoktan Sumber Berkah Modal Rp100 Juta Menjadi Aset Rp10 Miliar Buktikan Koperasi Mampu Sejahterakan Rakyat

JEPARA, suaragardanasional.com | Kemajuan dunia digital dan teknologi sebagai  informasi terus  mengalami kemajuan pesat begitu juga di tengah tantangan ekonomi pedesaan dan kebutuhan permodalan yang terus meningkat, Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Sumber Berkah Desa Wonorejo, Kecamatan Jepara, Kabupaten Jepara, berhasil menunjukkan bahwa koperasi bukan sekadar lembaga simpan pinjam, melainkan motor penggerak ekonomi kerakyatan yang mampu menghadirkan kesejahteraan nyata bagi masyarakat.


Berawal dari Program Pengembangan Usaha Agribisnis Perdesaan (PUAP) yang bersumber dari APBN sebesar Rp100 juta pada tahun 2012, KSP Gapoktan Sumber Berkah kini berkembang pesat dengan total aset yang telah mencapai sekitar Rp10 miliar serta memiliki lebih dari 1.800 anggota aktif.


Manajer KSP Gapoktan Sumber Berkah, Mohamad Fatchul Majid, menjelaskan bahwa koperasi yang berdiri pada 25 Mei 2012 tersebut dibangun dengan visi memberikan manfaat seluas-luasnya bagi masyarakat, khususnya petani, pelaku UMKM, dan warga desa yang membutuhkan akses permodalan yang mudah, cepat, dan terjangkau.


“Kami ingin koperasi benar-benar menjadi solusi kebutuhan masyarakat. Masyarakat tidak perlu pergi ke kota untuk menyimpan atau mencari pinjaman modal usaha. Semua kebutuhan permodalan bisa dilayani di desa sendiri,” ujar Fatchul Majid.


Menurutnya, perjalanan koperasi tersebut merupakan bukti bahwa pengelolaan yang profesional, transparan, dan berorientasi pada pelayanan mampu mengubah bantuan pemerintah menjadi kekuatan ekonomi masyarakat yang berkelanjutan.


Selain menjalankan usaha simpan pinjam, koperasi juga mengelola pertokoan pertanian yang menyediakan berbagai kebutuhan petani, mulai dari sarana produksi pertanian hingga peralatan penunjang usaha tani.


Koperasi yang Tidak Hanya Mengejar Keuntungan


Yang membedakan KSP Gapoktan Sumber Berkah dengan lembaga keuangan lainnya adalah komitmen sosial yang terus dijaga sejak awal berdiri.


Koperasi ini secara rutin menjalankan berbagai program sosial yang menyentuh langsung masyarakat, antara lain santunan lansia bagi para janda lanjut usia yang sudah tidak produktif, santunan anak yatim piatu, bantuan kematian bagi warga yang meninggal dunia, hingga penyelenggaraan pasar murah setiap bulan Ramadan.


“Kami ingin koperasi hadir tidak hanya saat anggota membutuhkan modal usaha, tetapi juga hadir ketika masyarakat membutuhkan kepedulian sosial,” kata Fatchul Majid.


Program-program tersebut menjadi bukti bahwa koperasi mampu menjalankan fungsi ekonomi sekaligus fungsi sosial secara berimbang.


Membangun Kebersamaan Melalui Jalan Sehat Anggota


Sebagai organisasi berbasis anggota, KSP Gapoktan Sumber Berkah juga rutin menggelar kegiatan jalan sehat tahunan yang melibatkan seluruh anggota beserta keluarga.


Kegiatan tersebut tidak hanya menjadi sarana olahraga dan silaturahmi, tetapi juga forum komunikasi untuk menyampaikan capaian, program kerja, serta berbagai inovasi koperasi kepada seluruh anggota.


Melalui kegiatan itu, ribuan anggota dari berbagai wilayah dapat berkumpul dalam satu momentum kebersamaan yang memperkuat rasa memiliki terhadap koperasi.


“Tujuannya untuk menyatukan seluruh anggota dalam satu kegiatan bersama, mempererat kekeluargaan, dan meningkatkan partisipasi anggota dalam perkembangan koperasi,” jelasnya.


Menjadi Andalan Petani dan UMKM


Saat ini KSP Gapoktan Sumber Berkah telah menjadi salah satu sumber permodalan yang dipercaya masyarakat.


Pinjaman usaha diberikan dengan plafon hingga Rp20 juta sesuai kebutuhan usaha anggota, dengan bunga yang kompetitif dan mekanisme yang mudah.


Anggota cukup memenuhi persyaratan administrasi sesuai ketentuan koperasi serta menunjukkan tujuan penggunaan dana yang jelas dan produktif.


Keberadaan koperasi ini dinilai sangat membantu petani, pedagang, maupun pelaku UMKM yang selama ini kesulitan memperoleh akses pembiayaan dari lembaga keuangan formal.


Salah satu anggota, Wahyudi, mengaku sangat merasakan manfaat keberadaan koperasi tersebut.


“Ketika membutuhkan modal pertanian, kami tidak kesulitan karena koperasi selalu siap membantu. Selain itu kami juga mendapatkan pembinaan, pendidikan, dan berbagai fasilitas yang mendukung usaha kami,” ungkapnya.


Ia menambahkan bahwa anggota juga memperoleh manfaat ekonomi melalui pembagian Sisa Hasil Usaha (SHU) setiap tahun, termasuk bagi anggota yang memiliki simpanan saham koperasi.


Bukti Nyata Kekuatan Ekonomi Kerakyatan


Perjalanan KSP Gapoktan Sumber Berkah dari modal awal Rp100 juta menjadi lembaga koperasi dengan aset sekitar Rp10 miliar dan anggota mencapai 1.800 orang merupakan contoh nyata keberhasilan model ekonomi kerakyatan yang berbasis gotong royong dan kepercayaan masyarakat.


Keberhasilan tersebut tidak lepas dari pembinaan berkelanjutan yang dilakukan oleh Dinas Pertanian dan Dinas Koperasi sejak awal pendirian hingga saat ini.


Prestasi ini sekaligus membuktikan bahwa koperasi yang dikelola secara profesional mampu menjadi instrumen penting dalam memperkuat ketahanan ekonomi desa, meningkatkan kesejahteraan petani, memberdayakan UMKM, serta menciptakan manfaat sosial yang dirasakan langsung oleh masyarakat.


(Hani K)

Tags

#buttons=(Accept !) #days=(20)

Our website uses cookies to enhance your experience. Learn More
Accept !
To Top