7.000 Warga Bergas Lor Tumpah Ruah, Karnaval HUT RI ke-81 Padukan Budaya, Kepahlawanan, dan UMKM

 

KABUPATEN SEMARANG, suaragardanasional.com | Semangat kemerdekaan terasa begitu kuat di Kelurahan Bergas Lor, Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang. Sekitar 7.000 warga tumpah ruah mengikuti karnaval dan kirab budaya dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Minggu (6/9/2026).


Ribuan peserta dari berbagai lingkungan RW tampil dengan beragam kreativitas. Mulai dari kesenian tradisional, kreasi budaya, kostum unik, hingga visual yang mengangkat tema perjuangan dan kepahlawanan mewarnai sepanjang jalur karnaval.


Kegiatan yang dipusatkan dari kawasan Yodesia, Bergas Kidul, tersebut kemudian bergerak menuju halaman Kelurahan Bergas Lor melalui jalur Jalan Raya Lemah Abang–Bandungan. Antusiasme masyarakat terlihat sejak pagi. Peserta maupun warga yang menyaksikan dari sepanjang jalan larut dalam suasana perayaan kemerdekaan.


Bukan sekadar hiburan, karnaval tersebut menjadi momentum untuk mempererat tali persaudaraan sekaligus menghidupkan kembali semangat gotong royong masyarakat. Kegiatan itu juga menjadi ruang bagi warga untuk menunjukkan kreativitas sekaligus menjaga keberagaman budaya di tengah perkembangan zaman dan teknologi.


Kelurahan Bergas Lor terdiri atas 11 RW dengan jumlah penduduk lebih dari 12 ribu jiwa. Dengan jumlah penduduk yang besar, keterlibatan ribuan warga dalam kegiatan tersebut menunjukkan kuatnya kebersamaan masyarakat.


Lurah: Kemajuan Masyarakat Butuh Sinergi


Lurah Bergas Lor Muhammad Mustaqin, SE, mengatakan keberhasilan kegiatan kemasyarakatan tidak dapat dilepaskan dari sinergi seluruh elemen masyarakat.


Menurutnya, pemerintah kelurahan tidak mungkin bekerja sendiri dalam mendorong kemajuan wilayah. Diperlukan kolaborasi antara pemerintah kelurahan, ketua RW, ketua RT, lembaga kemasyarakatan, serta seluruh warga.


“Kemajuan dan perkembangan masyarakat perlu dilakukan melalui sinergi antara ketua RW, ketua RT, lembaga yang ada di kelurahan, dan seluruh elemen masyarakat. Dengan kebersamaan, berbagai program dan kegiatan dapat berjalan dengan baik,” ujar Muhammad Mustaqin."


Kreativitas Warga Jadi Magnet Karnaval


Ketua panitia karnaval dan kirab budaya, Ahmad Eko Sulistiyono, mengungkapkan antusiasme masyarakat dalam mengikuti kegiatan tahun ini sangat tinggi.


Setiap kelompok membawa identitas lingkungan masing-masing dengan menampilkan berbagai kreasi. Tidak hanya kesenian tradisional, peserta juga menghadirkan atraksi dan visual yang menggambarkan perjuangan para pahlawan serta semangat nasionalisme.

“Animo masyarakat sangat luar biasa. Berbagai macam corak budaya dan penampilan ditampilkan, termasuk kreasi yang menggambarkan semangat kepahlawanan,” katanya."


Sepanjang rute karnaval, masyarakat memadati sisi jalan. Mereka memberikan dukungan dan apresiasi terhadap penampilan peserta yang datang dari berbagai lingkungan.


80 UMKM Ikut Meriahkan Acara


Tidak hanya budaya dan kesenian, semarak HUT RI di Bergas Lor juga memberikan ruang bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).


Sekitar 80 pelaku UMKM turut membuka lapak dan menampilkan berbagai produk unggulan mereka. Beragam dagangan tersedia, mulai dari makanan dan minuman, jajanan, produk kebutuhan masyarakat, hingga berbagai produk usaha lokal lainnya.


Kehadiran puluhan UMKM tersebut membuat suasana kegiatan semakin hidup. Masyarakat yang datang untuk menyaksikan karnaval juga memanfaatkan kesempatan tersebut untuk berbelanja dan menikmati berbagai produk yang ditawarkan.


Transaksi ekonomi pun ikut bergerak. Sejumlah pembeli mengaku puas karena dapat menemukan beragam pilihan makanan dan produk lokal dalam satu lokasi.


Keterlibatan 80 UMKM sekaligus menjadi bentuk dukungan terhadap pelaku usaha masyarakat agar semakin dikenal dan memiliki kesempatan memperluas pasar.


Dibuka Bupati Semarang


Karnaval dan kirab budaya tersebut secara resmi dibuka oleh Bupati Semarang H. Ngesti Nugraha, SH, didampingi Camat Bergas Slamet Widodo, MM.


Setelah seremoni pembukaan, ribuan peserta bergerak dari titik start di Yodesia Bergas Kidul menuju halaman Kelurahan Bergas Lor.

Sepanjang perjalanan, berbagai atraksi dan kreasi peserta menjadi tontonan menarik bagi masyarakat. Suasana semakin meriah dengan dukungan warga yang memenuhi sejumlah titik di sepanjang rute.


Untuk menjaga keamanan dan ketertiban, panitia berkolaborasi dengan unsur Polsek Bergas, Koramil Bergas, serta Linmas Kelurahan Bergas Lor.


Panitia juga menyiapkan sistem penilaian untuk memberikan apresiasi kepada peserta dengan penampilan terbaik. Penilaian dilakukan melalui tiga tahapan dengan mempertimbangkan sejumlah aspek kreativitas dan penampilan.


Kuda Lumping Tutup Rangkaian Acara


Kemeriahan tidak berhenti setelah seluruh peserta tiba di lokasi finish. Masyarakat kembali disuguhi pertunjukan kesenian tradisional kuda lumping dari Kawah, Kecamatan Pringapus.


Pertunjukan tersebut menjadi hiburan sekaligus bagian dari upaya melestarikan kesenian tradisional agar tetap hidup dan dikenal oleh generasi muda.


Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Bergas Lor akhirnya menjadi lebih dari sekadar seremoni tahunan.


Di balik kemeriahan ribuan warga, terdapat pesan kuat mengenai kebersamaan, gotong royong, pelestarian budaya, pemberdayaan UMKM, dan semangat membangun daerah.


Momentum kemerdekaan diharapkan tidak hanya menjadi ajang perayaan, tetapi juga mampu mendorong masyarakat untuk terus meningkatkan kualitas diri, beradaptasi dengan perkembangan teknologi, mengembangkan potensi ekonomi lokal, serta mengambil bagian dalam pembangunan.


Dari Bergas Lor, kemerdekaan dirayakan dengan cara yang nyata: melalui kebersamaan, kreativitas, budaya, dan bergeraknya ekonomi masyarakat. (Ujik)

#buttons=(Accept !) #days=(20)

Our website uses cookies to enhance your experience. Learn More
Accept !
To Top