Ogan Ilir, suaragardanasional.com | Personel TNI bersama tim gabungan bergerak cepat melaksanakan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Meranjat 1, Kecamatan Indralaya Selatan, Kabupaten Ogan Ilir, Rabu (14/10/2026) malam, (15/10/26).
Kegiatan penanganan karhutla tersebut dimulai sekitar pukul 19.45 WIB hingga pukul 23.30 WIB. Personel gabungan terlebih dahulu melaksanakan pengecekan langsung ke lokasi (ground check), kemudian dilanjutkan dengan upaya pemadaman dan pendinginan lanjutan guna mencegah munculnya kembali titik api.
Berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai kurang lebih 3 hektare, dengan sekitar 1 hektare berhasil dipadamkan. Area yang terbakar didominasi vegetasi semak belukar dan purun. Untuk mendukung proses pemadaman, petugas memanfaatkan sumber air dari mobil tangki serta mengerahkan satu unit mobil pemadam kebakaran dan satu unit mobil BPBD Kabupaten Ogan Ilir.
Dalam kegiatan tersebut, personel Koramil 402-07/Indralaya bersinergi dengan personel Brigif 8/Garuda Cakti, BPBD Kabupaten Ogan Ilir, Satpol PP, serta komunitas IPL. Sinergi lintas instansi ini dilakukan untuk mempercepat penanganan kebakaran sekaligus mengantisipasi potensi meluasnya api ke area sekitar.
Hingga kegiatan berakhir sekitar pukul 23.30 WIB, api dilaporkan telah padam, namun masih menyisakan asap sehingga diperlukan upaya pemantauan dan pendinginan lanjutan untuk memastikan tidak terdapat titik api yang berpotensi kembali menyala.
Danramil 402-07/Indralaya, Lettu Kav Adam menyampaikan bahwa pihaknya akan terus bersinergi dengan instansi terkait dalam upaya penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Kabupaten Ogan Ilir.
“Penanganan karhutla membutuhkan kerja sama dan kesigapan seluruh pihak. Kami bersama personel gabungan terus berupaya melakukan pemadaman dan pendinginan lanjutan agar api benar-benar padam serta tidak kembali menyala. Kami juga mengimbau masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar karena dapat memicu kebakaran yang lebih luas, mengganggu kesehatan, serta merusak lingkungan,” ujar Lettu Kav Adam.
Ia juga menegaskan bahwa personel Koramil 402-07/Indralaya akan terus berkoordinasi dengan BPBD, personel Brigif 8/Garuda Cakti, Satpol PP, dan unsur masyarakat untuk memantau kondisi di lokasi kebakaran serta mengantisipasi kemungkinan munculnya kembali titik api.
Keterlibatan personel TNI dalam penanganan karhutla ini merupakan bentuk kepedulian terhadap keselamatan masyarakat dan lingkungan, sekaligus wujud sinergi bersama instansi terkait dalam menghadapi bencana kebakaran hutan dan lahan, khususnya di wilayah Kabupaten Ogan Ilir.
Melalui kegiatan tersebut, diharapkan penanganan karhutla dapat berjalan optimal serta risiko meluasnya kebakaran dan dampak asap terhadap masyarakat dapat diminimalkan.(DA)


