UNGARAN, suaragardanasional.com | Pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Semarang masa bakti 2026–2029 resmi dilantik di Pendopo Bupati Semarang, Ungaran, Rabu (14/10/2026). Pelantikan ini menjadi momentum untuk memperkuat profesionalisme, integritas, independensi pers, serta solidaritas wartawan di tengah pesatnya perkembangan media digital.
Kegiatan tersebut dihadiri Bupati Semarang H. Ngesti Nugraha, Ketua PWI Jawa Tengah Setiawan Hendra Kelana, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Semarang, tokoh masyarakat, perwakilan organisasi kemasyarakatan (ormas), lembaga swadaya masyarakat (LSM), organisasi advokat, serta sejumlah tamu undangan.
Ketua PWI Jawa Tengah, Setiawan Hendra Kelana, dalam sambutannya mengingatkan seluruh pengurus dan anggota PWI Kabupaten Semarang agar senantiasa berpegang teguh pada sumpah dan janji organisasi, Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Undang-Undang Pers, serta Kode Etik Jurnalistik.
Menurut Setiawan, wartawan memiliki tanggung jawab besar dalam menyampaikan informasi yang akurat, jernih, dan dapat dipertanggungjawabkan kepada masyarakat. Oleh karena itu, profesionalisme dan integritas harus menjadi landasan utama dalam menjalankan tugas jurnalistik.
Ia juga menekankan pentingnya sikap kritis wartawan dalam menyikapi berbagai persoalan, dengan tetap mengedepankan pendekatan konstruktif dan memberikan solusi.
"Jadi saya berpesan, teman-teman di Kabupaten Semarang, tetap bermitra strategis dengan siapa pun yang memiliki visi yang sama, tetap kritis tetapi konstruktif, tidak kemudian asal kritis, tetapi ikut memberikan solusi," ujar Setiawan.
Ia berharap PWI Kabupaten Semarang mampu menjaga kehormatan organisasi, memperkuat kekompakan internal, serta membangun kemitraan strategis dengan berbagai pihak tanpa mengesampingkan independensi pers.
Sementara itu, Ketua PWI Kabupaten Semarang masa bakti 2026–2029, Rony Yuwono, menyatakan kepengurusan yang dipimpinnya berkomitmen memperkuat profesionalisme wartawan, menjaga integritas jurnalistik, serta membangun organisasi yang mandiri dan berdaya saing.
Komitmen tersebut sejalan dengan tema kepengurusan, yakni "Merawat Ekosistem Pers Profesional, Adaptif dan Berintegritas, Perkuat Solidaritas PWI Kabupaten Semarang Berdikari."
Rony menegaskan, tema tersebut bukan sekadar slogan, melainkan menjadi arah bersama dalam menjaga kehormatan profesi wartawan, memperkuat organisasi, dan meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap pers.
"Amanah ini bukan sekadar kehormatan, melainkan tanggung jawab untuk menjaga marwah profesi wartawan, memperkuat organisasi, dan menghadirkan pers yang bermanfaat bagi masyarakat," kata Rony.
Menurutnya, profesionalisme merupakan fondasi penting dalam membangun ekosistem pers yang sehat. Setiap wartawan dituntut mematuhi Kode Etik Jurnalistik, mengutamakan akurasi, menjaga independensi, serta menyajikan informasi secara benar dan berimbang.
"Kepercayaan publik adalah modal utama pers yang tidak boleh kita abaikan. Karena itu, profesionalisme dan integritas harus menjadi prinsip yang melekat dalam setiap kerja jurnalistik," tegasnya.
Adaptasi Digital Tanpa Mengorbankan Prinsip Jurnalistik
Menghadapi perkembangan teknologi dan transformasi media digital, Rony menyebut wartawan harus terus meningkatkan kompetensi dan menyesuaikan diri dengan perubahan zaman.
Namun, menurutnya, adaptasi teknologi tidak boleh mengorbankan prinsip-prinsip jurnalistik. Kecepatan penyampaian informasi harus tetap diimbangi dengan akurasi, verifikasi, serta tanggung jawab kepada masyarakat.
"Kita boleh berubah dalam cara bekerja, tetapi tidak boleh kehilangan prinsip dan nilai-nilai jurnalistik," ujarnya.
Selain profesionalisme dan integritas, Rony menempatkan solidaritas sebagai salah satu prioritas kepengurusan PWI Kabupaten Semarang selama periode 2026–2029.
Ia berharap PWI menjadi rumah bersama bagi seluruh anggota untuk belajar, berdiskusi, mengembangkan kompetensi, serta saling menguatkan dalam menghadapi berbagai tantangan industri media.
Menurutnya, perbedaan pendapat dalam organisasi merupakan hal yang wajar. Namun, perbedaan tersebut harus disikapi secara dewasa melalui komunikasi yang baik dan sikap saling menghormati.
"Solidaritas bukan berarti selalu sepakat, melainkan tetap saling menghormati, menjaga kebersamaan, dan menyelesaikan perbedaan secara dewasa," katanya.
Rony juga mengajak seluruh anggota meninggalkan ego sektoral, memperkuat komunikasi, dan menyatukan langkah demi kemajuan organisasi.
Ia menegaskan, tanggung jawab membangun organisasi tidak hanya berada di pundak ketua dan jajaran pengurus, tetapi juga membutuhkan partisipasi aktif seluruh anggota.
"Kami terbuka dengan kritik, saran, dan masukan sebagai bagian penting dalam proses pembenahan dan pengembangan organisasi," ujarnya.
PWI Perkuat Kemitraan, Independensi Tetap Dijaga
Dalam menjalankan program organisasi, PWI Kabupaten Semarang berkomitmen membangun hubungan konstruktif dengan pemerintah daerah, dunia usaha, dan berbagai elemen masyarakat.
Kemitraan tersebut diharapkan dapat mendukung pembangunan daerah melalui pemberitaan yang berkualitas, edukatif, dan bertanggung jawab. Meski demikian, kemitraan harus tetap berjalan seiring dengan sikap kritis dan independensi pers.
"Kita ingin PWI hadir bukan hanya sebagai organisasi profesi, tetapi juga sebagai mitra strategis dalam membangun Kabupaten Semarang melalui pemberitaan yang berkualitas, edukatif, dan bertanggung jawab," tutur Rony.
Ia berharap kepengurusan masa bakti 2026–2029 mampu membawa PWI Kabupaten Semarang menjadi organisasi yang terbuka, solid, profesional, mandiri, serta memberikan manfaat nyata bagi anggota dan masyarakat luas.
"PWI Kabupaten Semarang meneguhkan komitmen untuk terus merawat profesionalisme, menjaga integritas, memperkuat solidaritas, dan membangun kemandirian organisasi demi kemajuan pers dan masyarakat Kabupaten Semarang," tandasnya.
Sementara itu, Bupati Semarang H. Ngesti Nugraha menekankan pentingnya sinergi antara insan pers dan pemerintah daerah dalam mendukung pembangunan Kabupaten Semarang.
Menurut Ngesti, pers memiliki peran strategis dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat sekaligus menjadi jembatan komunikasi antara pemerintah dan publik.
Ia berharap wartawan senantiasa menjalankan tugas secara profesional, menyajikan informasi yang akurat, serta menjaga independensi dalam menjalankan fungsi jurnalistik.
Dengan dilantiknya kepengurusan baru tersebut, PWI Kabupaten Semarang diharapkan mampu memperkuat peran organisasi profesi dalam meningkatkan kualitas pemberitaan, menjaga kepercayaan publik, serta mendorong terciptanya ekosistem pers yang sehat dan bertanggung jawab.(Tim/Agus)


