Dari Gerobak ke Tiga Gerai: Inspirasi Sukses Mas Hadi dalam Buka Bersama UMKM Center Kabupaten Semarang


Semarang, suaragardanasional.com
| Suasana hangat kebersamaan terasa dalam acara Success Story & Buka Bersama yang digelar komunitas anggota UMKM Center Kabupaten Semarang. Acara yang diinisiasi oleh Dwi Lestari, penggerak SDM di UMKM Center sekaligus owner produk homemade Lumpia Maritza dan Sempolan Cik Mey, berhasil menghadirkan 32 peserta anggota komunitas setelah ajakan sederhana melalui grup WhatsApp.


Bertempat di Kafe Tepi Rawa Pening Sawo Mule, sebuah tempat yang estetik, bersih, dan kekinian dengan pemandangan indah Rawa Pening, acara ini berlangsung hangat meskipun lokasinya berada di dalam kawasan dusun. Tempat ini menjadi pilihan yang tepat untuk menghadirkan suasana santai namun penuh inspirasi.


Sebelum berbuka puasa, para peserta mengikuti sesi sharing yang sangat menggugah. Narasumber utama, Pak Hadi Mulyono, owner rumah produksi dan outlet Bakso & Mie Ayam Mas Hadi, membagikan perjalanan hidupnya yang penuh perjuangan.


Perjalanan Mas Hadi dimulai sejak usia 13 tahun di tahun 1985, ketika ia harus membantu perekonomian keluarga di kampung halamannya di Grobogan. Sebagai anak sulung dari enam bersaudara dengan kondisi ekonomi keluarga yang terbatas, ia mulai berjualan es keliling dengan sistem komisi 10 persen dari juragan.


Setelah satu tahun berjualan di kampung, keberanian membawanya merantau ke Jakarta, tepatnya di sekitar Lubang Buaya. Di sana ia mencoba berbagai usaha kecil seperti berjualan roti potong Unyil dan Usrok sambil terus mengamati peluang usaha yang lebih menjanjikan.


Dari pengamatan sehari-hari saat berkeliling, Mas Hadi melihat bahwa usaha bakso memiliki peluang keuntungan yang lebih baik. Ia kemudian memutuskan belajar berjualan bakso di Kalimantan dengan mengikuti saudaranya yang lebih dulu mengikuti program transmigrasi pada masa pemerintahan Presiden Soeharto.


Berbekal pengalaman dan sedikit tabungan, Mas Hadi akhirnya pulang kampung dan memulai usaha dengan mendorong gerobak bakso di Pasar Babadan. Dua tahun menjalani usaha gerobak sambil membangun relasi pelanggan, ia mulai membuka lapak kecil dengan sistem kontrak di dalam pasar. Saat itu, ia tetap berjualan dengan gerobak sementara istrinya menjaga warung bakso di lapak pasar.

Kerja keras, ketekunan, dan naluri manajemen yang terasah dari pengalaman membuat usaha Mas Hadi berkembang pesat. Kini ia memiliki rumah produksi yang juga menjadi tempat tinggalnya, serta mempekerjakan sekitar 20 karyawan untuk produksi dan pelayanan di tiga gerai Bakso & Mie Ayam Mas Hadi yang berada di Pasar Babadan, 100 meter timur Pasar Babadan, dan di timur Polsek Bergas Karangjati.


Rumah produksi Bakso & Mie Ayam Mas Hadi bahkan dikenal sebagai salah satu yang paling bersih di Kabupaten Semarang. Penerapan SOP penggunaan alat, pemeliharaan, serta standar kebersihan ruang produksi dilakukan secara disiplin dan profesional.


Kepercayaan dalam manajemen juga menjadi kekuatan Mas Hadi. Ia mampu membina karyawan hingga bekerja secara profesional, bahkan ada karyawan yang telah bekerja bersamanya lebih dari 20 tahun. Selain itu, ia juga dipercaya mengelola keuangan Pasar Babadan yang setiap bulannya dilaporkan secara transparan di hadapan para anggota los pasar.


Relasi yang luas juga menjadi salah satu bukti kepercayaan terhadap dirinya. Beberapa pejabat di Jawa Tengah kerap berkunjung ke rumah sekaligus rumah produksi Bakso & Mie Ayam Mas Hadi.


Acara semakin menarik ketika sesi tanya jawab berlangsung. Para pelaku UMKM yang hadir turut berbagi pengalaman perjuangan masing-masing dalam membangun usaha rumahan.


Di antaranya Anis dengan usaha olahan singkong frozen dari Bergas yang bangkit setelah los pasarnya terbakar, Siyamto dengan usaha olahan susu sapi sekaligus edukasi peternakan yang bermula dari pekerjaan sederhana sebagai tukang ngarit, serta Gus Pur pemilik kedai kopi dengan brand Kopi Tarik Ungaran.


Turut hadir pula para pelaku usaha lain seperti perajin enceng gondok, petani melon, produsen aneka keripik daun, dawet pandan dan daun suji, keripik cakar ayam, roti, serta berbagai produk homemade lainnya.


Kegiatan ini tidak hanya menjadi momen berbuka puasa bersama, tetapi juga ruang belajar dan berbagi inspirasi. Kisah perjuangan Mas Hadi mengingatkan bahwa kesuksesan tidak lahir secara instan, melainkan melalui kegigihan, semangat, kesabaran, serta doa yang terus menyertai setiap langkah.


Semoga kegiatan Success Story seperti ini terus berlanjut dan mampu menumbuhkan semangat bagi para pelaku wirausaha, khususnya para pemula, untuk terus bergerak, berjuang, dan percaya bahwa kerja keras suatu hari akan berbuah manis.(BP)

Tags

#buttons=(Accept !) #days=(20)

Our website uses cookies to enhance your experience. Learn More
Accept !
To Top