Rini Patmini: Pengelolaan Sampah Modern Jadi Prioritas, Jepara Harus Siap Hadapi Tantangan Lingkungan Masa Depan

Kabupaten JEPARA, suaragardanasional.com | Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Jepara menegaskan komitmennya memperkuat pengelolaan lingkungan melalui sejumlah program strategis yang berorientasi pada penanganan sampah, pengendalian kerusakan lingkungan, serta peningkatan kualitas layanan publik. (17/07/2026)


Kepala DLH Kabupaten Jepara, Rini Patmini, AP, menyampaikan bahwa seluruh program kerja tahun 2026 berpedoman pada Rencana Pembangunan Daerah (RPD) Kabupaten Jepara 2023–2026 dengan fokus utama menjawab tantangan lingkungan yang semakin kompleks.


“Pengelolaan sampah, pengendalian kerusakan lingkungan, dan peningkatan pelayanan menjadi prioritas utama. Semua program kami arahkan untuk mendukung pembangunan daerah yang berkelanjutan,” ujar Rini Patmini.


Salah satu tantangan terbesar yang saat ini dihadapi Jepara adalah volume sampah yang diproyeksikan mencapai 479,65 ton per hari. Angka tersebut menuntut sistem pengelolaan yang lebih efektif, modern, dan berorientasi jangka panjang.


Untuk itu, DLH Jepara menyiapkan langkah strategis melalui optimalisasi pengelolaan TPA Bandengan sekaligus mempersiapkan pembangunan fasilitas Refuse Derived Fuel (RDF) di kawasan seluas sekitar 1,6 hektar.


Keberadaan RDF diharapkan mampu menjadi solusi inovatif,kreatifitas dalam mengurangi beban timbunan sampah dengan mengubah sampah menjadi bahan bakar alternatif yang memiliki nilai ekonomi.


“Pembangunan RDF menjadi bagian dari transformasi sistem pengelolaan sampah agar tidak hanya berfokus pada pembuangan, tetapi juga pemanfaatan dan pengurangan volume sampah secara berkelanjutan,” jelasnya.


Selain itu, DLH Jepara juga mendapat target peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui retribusi pelayanan pengangkutan sampah sebesar Rp2 miliar.


Target tersebut diarahkan untuk memperkuat pembiayaan operasional layanan persampahan sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.


Di bidang konservasi lingkungan, DLH melanjutkan program Jepara Menanam yang melibatkan berbagai unsur  elemen masyarakat, komunitas, dunia pendidikan, dunia usaha, hingga pemerintah desa.


Gerakan ini bertujuan memperluas tutupan vegetasi, menjaga keseimbangan lingkungan, serta mengurangi lahan kritis di berbagai wilayah Kabupaten Jepara.


Tidak hanya fokus pada infrastruktur lingkungan, DLH juga memperkuat edukasi kepada masyarakat melalui program pendidikan lingkungan hidup serta harmonisasi dengan alam. 


Kampanye pengurangan sampah  plastik sejak dini terus digencarkan di sekolah dan madrasah agar kesadaran menjaga lingkungan tumbuh sejak usia muda dan menjadi kebiasaan, buanglah sampah ada tempatnya. 


Menurut Kepala  DLH Rini Patmini, keberhasilan pengelolaan lingkungan tidak hanya bergantung pada pemerintah, tetapi kesadaran masyarakat juga untuk menjaga lingkungan sekitar,hal ini membutuhkan partisipasi aktif seluruh elemen masyarakat.


“Lingkungan yang bersih dan sehat adalah tanggung jawab bersama. Karena itu, edukasi dan keterlibatan masyarakat menjadi bagian penting dari strategi yang kami jalankan,” tegasnya.


Dengan penguatan sistem pengelolaan sampah, pembangunan RDF, peningkatan penghijauan, serta edukasi lingkungan yang berkelanjutan, DLH Jepara berharap mampu menciptakan lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan berdaya tahan menghadapi tantangan masa depan.


Langkah ini sekaligus menjadi sinyal bahwa pengelolaan lingkungan tidak lagi sekadar urusan kebersihan semata, tetapi  bagaimana kita bisa kebersihan hati dan jiwa kita juga akan memberikan dampak positif bagi kebersihan lingkungan,telah menjadi bagian penting dari strategi pembangunan daerah menuju Jepara yang lebih hijau, sehat, dan berkelanjutan.


(Kartini)

Tags

#buttons=(Accept !) #days=(20)

Our website uses cookies to enhance your experience. Learn More
Accept !
To Top