15 Wartawan Dinyatakan Kompeten Dalam UKW Di Griya Solopos

 

SOLO, suaragardanasional.com | Sebanyak 15 wartawan dari berbagai daerah dinyatakan berkompeten setelah mengikuti Uji Kompetensi Wartawan (UKW) jenjang muda, madya, dan utama yang digelar selama dua hari, 29–30 Agustus 2026, di Griya Solopos, Solo.


Para peserta datang dengan latar belakang, pengalaman, serta akses terhadap informasi dan pelatihan jurnalistik yang berbeda. Sebagian bahkan harus menempuh perjalanan panjang dari daerah asal untuk mengikuti ujian tersebut.


Dalam acara penutupan, Pemimpin Redaksi Solopos, Rini Yustiningsih, mengapresiasi kepercayaan para peserta yang telah mengikuti UKW di Solopos. Menurutnya, perbedaan akses terhadap informasi dan pelatihan jurnalistik di berbagai daerah perlu menjadi perhatian, tanpa mengurangi prinsip dasar jurnalistik yang wajib dijunjung setiap wartawan.


Rini mengatakan, standar penilaian UKW perlu mempertimbangkan konteks dan latar belakang peserta. Namun, prinsip dasar kompetensi jurnalistik tetap menjadi acuan utama.


“Prinsip dasar sebagai kerja seorang jurnalis tetap sama. Pertanyaan yang ada di masing-masing lembar tugas itu sebenarnya mewakili kompetensi yang harus dimiliki wartawan,” ujarnya.


Menurut Rini, UKW tidak semata-mata menjadi ajang untuk menguji kemampuan peserta dalam menjawab soal atau menyelesaikan tugas. Lebih dari itu, UKW menjadi ruang untuk melihat sejauh mana wartawan memahami profesi, tanggung jawab, dan standar kerja jurnalistik.


Rini menambahkan, Solopos secara rutin menyelenggarakan UKW sedikitnya dua kali dalam setahun. Bagi wartawan maupun organisasi yang berencana menyelenggarakan UKW di daerah, komunikasi dengan Solopos Institute terbuka untuk dilakukan.


Sementara itu, Manager Solopos Institute, Syifaul Arifin, mengumumkan hasil UKW dalam acara penutupan. Dari 15 peserta yang mengikuti ujian pada jenjang muda, madya, dan utama, seluruhnya dinyatakan berkompeten.

Meski demikian, Syifaul mengingatkan peserta agar predikat kompeten dan sertifikat UKW tidak menjadi alasan untuk merasa lebih tinggi dibandingkan wartawan lain yang belum memiliki sertifikat.


“Jangan sampai setelah mendapatkan sertifikat lalu menjadi jumawa. Justru ini menjadi awal untuk terus belajar,” katanya.


Ia mendorong wartawan jenjang muda untuk terus meningkatkan kemampuan menuju jenjang madya, wartawan madya melangkah ke jenjang utama, sedangkan wartawan utama tetap mengembangkan kompetensinya.


Menurut Syifaul, wartawan utama juga masih memiliki ruang untuk meningkatkan kapasitas, antara lain melalui pelatihan, pengembangan kemampuan, hingga menjadi penguji sesuai ketentuan yang berlaku.


Ia menegaskan, ujian sesungguhnya bagi seorang wartawan bukan berhenti di ruang UKW. Ujian justru dimulai ketika wartawan kembali ke lapangan dan menjalankan tugas jurnalistik.


Wartawan dituntut mampu mencari fakta, melakukan verifikasi, menghadapi narasumber, menyusun berita, serta mempertanggungjawabkan setiap informasi yang disampaikan kepada publik.


Syifaul juga mengingatkan pentingnya menjaga profesionalitas sekaligus memahami hak-hak pers. Kebebasan pers, kata dia, harus berjalan beriringan dengan tanggung jawab serta kepatuhan terhadap ketentuan yang berlaku.


“Profesionalitas menjadi tanggung jawab bersama,” tegasnya.


Dua hari pelaksanaan UKW di Griya Solopos pun tidak sekadar menjadi proses pengujian kompetensi. Para peserta membawa pulang pengetahuan, pengalaman, serta jejaring baru dalam menjalankan profesi jurnalistik.


Bagi 15 wartawan yang dinyatakan berkompeten, sertifikat UKW menjadi bukti telah melewati salah satu tahapan profesionalitas. Namun, tantangan jurnalistik yang sesungguhnya kembali menanti ketika mereka meninggalkan ruang ujian dan kembali ke tengah masyarakat.


Di lapangan, kompetensi tersebut akan terus diuji melalui kemampuan menemukan fakta, melakukan verifikasi, menyajikan informasi secara berimbang, serta mempertanggungjawabkan setiap berita kepada publik. (SA)

Tags

#buttons=(Accept !) #days=(20)

Our website uses cookies to enhance your experience. Learn More
Accept !
To Top